Showing posts with label Pemikiran. Show all posts
Showing posts with label Pemikiran. Show all posts

6.05.2009

Jadilah SPAMMER Yang Beradab

Lagi jamannya kontes seo nih, saya sendiri juga ikutan wisata seo sadau dan belajar seo para pemula. Kadang kita mungkin merasa terdesak untuk mencari backlink dengan mudah yaitu melalui komentar lewat blog do follow, alhasil kadang secara sadar atau tidak diri kita ini bisa dikategorikan sebagai spammer, tapi menurut saya sih spammer itu juga ada yang beradab koq. :D

Saya tidak mengatakan kalau SPAMMING itu baik, tapi kadang memang kita "butuh" untuk melakukan hal-hal semacam ini, nah kali ini tips dari penguin kribo adalah bagaimana cara menjadi spammer yang 'sedikit beradab'. (itu ada tanda kutipnya lho :P)


Saya mengalami saat dimana saya merasa butuh untuk menjadi spammer, tapi ini bertentangan dengan hati saya yang membenci spammer yang tidak beradab, spammer bisa dibilang tidak beradab kalau berkomentar tanpa membaca sedikit pun isi dari postingan tempat dimana spammer itu komentar, padahal kan kotak komentar itu harusnya isinya tentang postingan itu, sedikit melenceng sih masih mending, tapi kalau ga ada hubungannya blas ya BT juga lah. Contoh spammer tidak beradab : "kunjungi blog saya di www.xxxxxx.com" (ini cuma url boongan). Atau cuma bilang "Nice Post". Nah pasti kawan-kawan blogger pernah dapet komen yang kaya gini kan? Maka dari itu saya berusaha keras untuk menjadi spammer yang beradab.


Nah ada juga spammer yang menurut saya sedikit lebih beradab, yaitu jika mau ngisi komen (baca : nyari backlink) itu baca dulu dikit postingannya, kadang cuma sekilas, tapi untungnya komentarnya masih nyambung dengan postingan yang dibaca. hehe. Spammer model begini kadang juga bisa masuk ke spammer tidak beradab kalau komentarnya lebih banyak ga nyambungnya daripada nyambungnya.


Nah terus ada juga spammer yang mendingan, spammer model begini biasanya baca paragraf awal, tengah, lalu akhir postingan, spammer model begini biasanya tidak mau dibilang sebagai spammer sejati, dia ingin memberi timbal balik bagi pembuat postingan tersebut dengan memberi komentar yang tergolong baik dan tidak seperti spam.


Yang terakhir itu spammer dengan akhlak baik atau beradab. :P Spammer model begini biasanya baca lebih dari 50% isi postingan untuk memastikan dirinya menjadi spammer yang beradab. Hal ini penting untuk dilakukan kalau tidak mau dicap sebagai spammer sejati. Komentar dari seorang spammer berakhlak baik itu biasanya tingkat relevansitas (boso opo iki!!) dari komentarnya tinggi terhadap isi postingan. Model begini memang mengharap backlink dari blog do follow, namun itu dia lakukan dengan cara yang terpuji. :D


Intinya, wajar kalau kita terkadang terdesak untuk jadi spammer, tapi jangan jadi spammer yang dibenci oleh orang, boleh koq komentar banyak-banyak di blog do follow, asal beda postingan aja, terus baca dulu sebelum komentar! Itu yang penting, kan adil, kita sebagai "pemburu backlink" mendapat apa yang kita mau dan "para penyedia backlink" mendapatkan komentar yang berbobot. Adil bukan? :)


Buat yang merasa dirinya seorang spammer yang tidak beradab segeralah tobat dan benahi diri menjadi spammer yang beradab, biar semua orang senang. :D Kalau saya sih ngaku pernah melakukan tindakan spamming ini, namun saya seorang spammer yang beradab, saya biasanya baca postingan dulu baru komentar. Walaupun ya kadang saya tidak mbaca sampai habis, tapi setidaknya saya baca dulu baru komentar, dan tentunya saya paling anti sama spammer tidak beradab, inilah salah satu alasan kenapa saya tidak lagi memasang shoutbox di blog penguin kribo. :D

Jadi, tergolong spammer yang mana ya kawan-kawan blogger? :D


4.16.2009

Legalkan Pembajakan!

Well, tadi pagi, salah satu teman saya mendengarkan satu lagu dari handphone'a, lagu baru kata'a sih, dan teman saya yang lain (sebut saja Essa) datang menghampiri teman saya yang mendengarkan lagu itu, dan apa yang terjadi? Tanpa perasaan bersalah Essa mentransfer lagu itu melalui "Bluetooth", sekilas mungkin kita sering mempraktekannya (jika anda bilang tidak, maka jangan pernah mendownload lagu, foto, video, dll dari internet) namun, apakah hal ini legal?? Bukankah ini yang disebut dengan PEMBAJAKAN? Yang disebut sebagai musuh dari musisi?
Hey, tapi menurut saya musisi toh jadi terkenal karena lagu mereka dibajak, siapa sih yang mau beli CD berisi 10-12 lagu dengan harga RP.50.000,00 sementara tersedia CD dengan kualitas menyaingi dan berisi hampir 200 lagu dengan harga Rp.5000,00!!! Well, mungkin ada yang rela (karena gengsi) membeli yang original, tetapi orang itu bukan saya, dan saya tahu kebanyakan masyarakat Dunia (oke, Indonesia aja deh) juga tidak mau membelinya.

Tetapi, kenapa mereka secara terang-terangan dan innocently melakukan praktek pembajakan? Jawaban'a ya ada satu, karena ada FASILITAS untuk melakukannya seperti CDRW, Flashdisk, Bluetooth, Infrared, dsb. Kalau memang mau meng-ilegalkan pembajakan maka yang harus dilakukan adalah JANGAN PERNAH MEMBUAT FASILITASNYA. Tetapi toh sekarang sudah terlanjur.

Maka, tindakan yang bijak adalah melegalkan pembajakan, karena dengan cara ini para musisi bisa mendapatkan keuntungan yang lebih, misal dari CD bajakan mereka juga nanti bisa mengambil untung, tidak masalah jika CD bajakan itu naik harga menjadi RP.10.000 per CD, toh masih lebih murah daripada Originalnya. Lagian pembajakan itu terlalu besar untuk dilawan, apalagi dihilangkan.

Hidup Pembajakan! Uppss, maksud saya, hidup musik Indonesia!